SISTEM INFORMASI
LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN
KOTA SUKABUMI


Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi
Jl. Sejahtera No. 2 Kota Sukabumi, Telp. 0266-227330, 222186, Fax. 0266-227330

KELURAHAN JAYAKARSA

Luas lahan sawah di kelurahan Jayaraksa yang direkomendasikan untuk dimasukkan dalam Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 69,79 ha, yang terdiri dari 1634 petakan. Namun jumlah petakkan yang diidentifikasi kepemilikkannya sebesar 1503 petakkan dengan pertimbangan: 
  1. Petakan yang terpilih (1503 petakan) tersebar dalam 1 hamparan yang sangat luas dan 2 hamparan yang agak luas serta lokasi ketiga hamparan tersebut saling berdekatan, sehingga lebih efektif pengelolannya. 
  2. Sisanya (131 petakkan) tersebar dalam beberapa hamparan yang sempit dan berada di bagian Utara. 
Lahan sawah ini berada di sekitar lahan terbangun, sehingga memiliki potensi untuk terkonversi menjadi lahan terbangun. Selain itu, saat survei lapang diperoleh informasi bahwa beberapa lahan sawah di bagian Utara, irigasinya tercemar air garam karena terdapat pabrik garam di sekitar lahan sawah. Hasil survei lapang identifikasi kepemilikan lahan sawah menunjukkan adanya variasi kepemilikkan yaitu: (1) petani pemiliki dan penggarap, (2) petani pemilik, dan (3) petani penggarap. 

Petani pemilik dan penggarap adalah petani yang memiliki lahan sawah dan digarap sendiri oleh pemiliknya atau sebagian digarapkan oleh petani lain karena kepemilkkan lahan sawah yang terlalu luas. Bila lahan sawah yang dimiliki luas sehingga petani pemilik ini tidak mampu menggarap sendiri lahannya, maka lahan sawah digarap oleh petani lain. Demikian juga bila lahan sawahnya sempit, maka petani tersebut selain menggarap sawahnya sendiri, juga akan menggarap lahan sawah milik petani lain. Petani pemilik adalah petani yang memiliki lahan sawah tetapi digarapkan oleh petani lain. Pada umunya petani pemilik ini telah memiliki mata pencaharian lain selain petani lahan sawah. Petani penggarap adalah petani yang hanya menggarap lahan sawah milik petani lain. Pada umumnya, petani penggarap ini akan memiliki pekerjaan lain selain petani lahan sawah seperti ojeg, kuli bangunan dsb. Di kelurahan Jayaraksa dominan dijumpai petani pemilik sekaligus penggarap, petani pemilik dan hanya sedikit petani penggarap. Selain itu, dijumpai lahan sawah yang luas dimiliki oleh Pemerintah Daerah Kota Sukabumi yang digarap petani. Fenomena ini, sangat menguntungkan untuk kesuksesan penetapan LP2B. 

Lahan sawah yang luas, secara administrasi terletak di kelurahan Jayaraksa, namun digarap oleh petani kelurahan tetangganya (Jayakarsa). Air irigasi lahan sawah di kelurahan Jayakarsa dirasakan petani masih cukup, namun terdapat sampah rumah tangga. Hal ini perlu diantisipasi, karena hulu sungai irigasi berada di bagian utara yang tertutup lahan terbangun, sehingga sampah rumah tangga memiliki potensi sebagai sumber pencemar air irigasi. Lahan sawah (bagian utara) yang lebih duhulu memperoleh aliran irigasi memiliki produktivitas yang relatif lebih tinggi dari pada lahan sawah yang berada di bagian selatan.