SISTEM INFORMASI
LAHAN PERTANIAN PANGAN BERKELANJUTAN
KOTA SUKABUMI


Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi
Jl. Sejahtera No. 2 Kota Sukabumi, Telp. 0266-227330, 222186, Fax. 0266-227330

Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan 

Sistem Informasi Lahan pertanian berkelanjutan adalah sistem informasi yang menyampaikan pendataan Lahan Pertanian secara Berkelanjutan dan yang menyajikan kondisi aktual Lahan Pertanian Pangan yang telah menghasilkan data spasial lahan pertanian pangan (padi) dengan berbagai karakter produktivitas dan persepsi masyarakatnya dalam kaitan dengan penyelamatan sawah dan permasalahan.

Sistem Informasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan didisain dengan kemampuan aplikasi pengolahan dan analisis data secara spasial-atribut dalam Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan teknologi berbasis web, atau dengan istilah WebGIS. Kemampuan operasional yang baik dari sistem ini, memungkinkan update informasi dapat dilakukan dengan cepat dan mudah diaplikasikan.

Pengumpulan semua informasi lahan pertanian pangan di wilayah Kota Sukabumi dari berbagai sumber, terutama hasil kajian yang telah dilakukan sebelumnya dan verifikasi data di dua desa percontohan. Proses yang dilakukan pada tahap ini adalah: (a) Digitasi data awal berupa data lahan sawah untuk Kelurahan Jayaraksa di Kecamatan Baros dan Kelurahan Sindangpalay di Kecamatan Cibeureum yang berasal dari citra landsat. Kegiatan ini dlakukan di laboratoium pemetaan IPB; (b) Mengumpulkan data dan informasi mengenai nama petani, luasan lahan yang dimiliki dan keterlibatan dalam kelompok tani di dua desa contoh; (c) Melaksanakan survei terstruktur terhadap petani (pemilik maupun penggarap) di dua desa contoh. Survei dilaksanakan oleh 10 orang dalam dua minggu dan mengumpulkan sekitar 500 petani sebagai sampel; (d) Pengolahan data hasil survei dan digitasi ulang nama-nama petani ke peta lahan sawah yang ada; (e) Verifikasi lahan sawah persil di kedua desa contoh secara partisipatif; (f) Hasil verifikasi lapang secara partisipatif kemudian di-digitasi ulang sehingga data tersebut dapat dimasukkan dalam sistem informasi yang dikembangkan.